Perbanyakan Tanaman Durian Melalui Okulasi dan Sambung Pucuk

March 1, 2026

Indonesia sebagai salah satu pusat biodiversitas durian dunia terus berupaya meningkatkan standar kualitas produksi buah berjuluk King of Fruits ini. Langkah nyata diambil oleh Yayasan Sinar Mata Hari Chakra Hadi Rasa (SMHCHR) yang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam sebuah Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif mengenai teknik perbanyakan tanaman durian.

1. Teknik Okulasi (Budding) Okulasi dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari pohon induk unggul ke batang bawah (rootstock). Keunggulannya adalah penggunaan bahan tanam yang lebih hemat (satu mata tunas untuk satu pohon) dan persentase keberhasilan yang tinggi jika dilakukan pada musim yang tepat.

Melalui bimbingan teknis ini, Yayasan SMHCHR dan BRIN berharap dapat mencetak “breeder” atau penangkar bibit durian yang kompeten di berbagai daerah. Hal ini diharapkan mampu mempercepat distribusi varietas durian unggul ke seluruh pelosok negeri, sehingga Indonesia mampu memenuhi permintaan pasar ekspor dengan standar kualitas yang seragam.

Penerapan teknologi tepat guna ini membuktikan bahwa sinergi antara lembaga sosial keagamaan/kemasyarakatan dengan lembaga riset negara adalah formula ampuh untuk memajukan sektor pertanian nasional.

Bagikan Artikel Ini