Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi berbasis pangan, Yayasan Sinar Mata Hati Chakra Hadi Rasa berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan program Pelatihan dan Bimbingan Teknologi (Bimtek) Budidaya Ikan Nila dan Lele Terintegrasi Akuaponik.
Program ini dirancang khusus untuk membekali masyarakat dengan teknologi budidaya modern yang efisien, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Inti dari pelatihan ini adalah penerapan sistem Akuaponik, sebuah metode budidaya yang mengombinasikan pemeliharaan ikan (akuakultur) dengan tanaman (hidroponik) dalam satu sirkulasi air yang sama. Kami ingin masyarakat tidak hanya sekadar memelihara ikan secara konvensional, tetapi beralih ke cara-cara cerdas (smart farming). Dengan akuaponik, warga yang memiliki lahan terbatas pun bisa menghasilkan protein hewani dan sayuran sehat sendiri,” ungkap perwakilan manajemen Yayasan
Dalam sistem ini, limbah organik dari ikan nila dan lele tidak dibuang, melainkan diolah secara alami menjadi nutrisi bagi tanaman. Hasilnya, pembudidaya bisa memanen ikan sekaligus sayuran segar dalam waktu yang bersamaan.

Melalui bimbingan teknologi ini, diharapkan muncul kelompok-kelompok pembudidaya mandiri yang mampu mengelola unit usaha perikanan secara profesional. BRIN berperan memastikan standar teknologi yang diterapkan sudah teruji secara ilmiah, sehingga risiko kegagalan panen dapat diminimalisir.
Pelatihan ini merupakan awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan terus dipantau perkembangannya, guna memastikan masyarakat benar-benar mampu mengimplementasikan teknologi akuaponik secara jangka panjang.
Bagikan Artikel Ini